Kajian Nikah
2 rakaat orang yang sudah meniah = 82 rakaat orang yang telah menikah
1 hari ibadah orang yang telah menikah lebih afdol dari ibadah 1000 hari orang yang belum
menikah
Pemuda yang telah sanggup menanggung beban berkeluarga, menikahlah!
Menikah = tidak ada aurat bagi wanita dihadapan suami
Niatkan menikah untuk:
1. Menghidupkan sunnah. Rasulullah SAW berkata: "Menikah adalah caraku,
barangsiapa yang tidak mengikuti caraku, maka bukan dari golonganku".
2. Meneruskan kelangsungan hidup manusia.
3. Meraih cinta Rasulullah SAW dengan memperbanyak umatnya. Rasulullah bangga
dengan banyaknya umat.
4. Mengharapkan doa anak. Seorang dari bani Adam meninggal akan terputus semua
amalnya, kecuali 3 perkara, diantaranya adalah anak sholeh yang mendoakan kita.
5. Mengharapkan syafaat anak jika meninggal sebelum baligh. Mereka dapat
menghilangkan dahaga.
6. Menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan (syahwat). Bisa menyalurkan
syahwat akibat adanya panah iblis.
7. Semua syahwat itu mengeraskan hati, tapi ketika suami menyalurkan syahwat kepada
yang halal (istri), maka itu menjadi hal yang membersihkan hati, selanjutnya bisa
menjadikan fokus ibadah. Ada 3 hal yang kita diperbolehkan lalai kepada Allah SWT,
salah satunya adalah suami yang sedang bersenang-senang dengan istrinya.
8. Mencari pahala. Seorang suami mencari nafkah halal untuk keluarganya menjadi jalan
jihad fii sabilillah.
Seorang istri sabar kepada pasangannya, kepada anaknya menjadikan pahala mengalir
baginya sebagaimana pahala nabi Ayyub.
Seorang suami sabar kepada pasangannya, kepada anaknya menjadikan pahala
mengalir baginya sebagaimana pahala Asiyah istri fir'aun.
Sahabat nabi berkata jika tersisa umurku sekian, maka hal yang ingin kulakukan adalah
menikah, karena aku malu ketika menghadap Allah SWT dalam keadaan belum
menikah.
Pilihan pertimbangan seorang wanita/laki-laki memilih suami/istri:
1. Karena hartanya
2. Karena nasab/keturunannya (keturunan orang terpandang)
3. Karena jamal/fisiknya
4. Karena agamanya
Pilih karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung.
Jika memilih pasangan karena 3 hal pertama, maka segera Allah SWT akan menutup 3 hal
tersebut.
Jika memilih pasangan karena hal ke-4, maka Allah SWT akan memberi rizki pada harta dan
fisiknya itu.
Carilah wanita yang penuh dengan kasih sayang, yang penuh rahmat, yang tulus, dan mau
melahirkan anak yang banyak (walaupun tahu bahwa melahirkan itu sakit).
Sesungguhnya melahirkan merupakan jihadnya seorang wanita.
Salah memilih pasangan menyebabkan:
“Akan datang suatu jaman dimana kehancuran seseorang ada di tangan istri, kedua orangtua
dan anak-anaknya. Mereka menghinanya karena kefakirannya.
Dan mereka membebaninya dengan sesuatu yang di luar batas kemampuannya. Hingga dia
memasuki tempat-tempat yang di dalamnya dia rela melepas agamanya,
maka hancurlah dia”.
Yang paling banyak tersiksa dengan karakter kita adalah pasangan kita. Jadi harus belajar
memperbaiki diri.
Jawaban pertanyaan:
1. Nusyuz = membangkang. "seandainya dibolehkan seorang manusia sujud kepada
orang lain, maka istri sujud kepada suaminya".
Nusyuz seorang istri kepada suami ketika tidak menurut kepada suami.
Solusi:
Nasehatin istri dengan hadist dan ayat Quran
Memukul dengan niat mendidik
Pisah ranjang sampai 3 hari/lebih
Menceraikan
Nusyuz seorang suami kepada istri adalah ketika suami tidak memberi nafkah kepada
istri, KDRT.
2. Libatkan orang tua (tunjukkan kewenangan sebagai wali) dan istikharohlah sebelum
menikah.
Wali nikah: 1. Ayah, 2. Kakek (ayahnya ayah), 3. Saudara laki-laki
Ayah dan kakek adalah wali mujbir (dalam syariat), punya kewenangan untuk
memaksa putri/cucunya menikah dengan syarat laki-laki yang sekufu' (setara) tanpa
persetujuan dari yang akan dinikahkan.
3. Keguguran setelah janin di atas 120 hari termasuk anak yang meninggal sebelum
baligh, karena ruh ditiupkan pada waktu tersebut.
4. Persiapan pernikahan:
Baca niat-niat sebelum akad nikah. Kebahagiaan rumah tangga, anak-anak
salih salihah yang dilahirkan tergantung dari niat saat berlangsungnya akad
nikah.
Persiapkan segala sesuatu yang mendatangkan ridho Allah SWT dan nabi
Muhammad SAW, termasuk acara pernikahan: tidak bercampur baur laki-laki
dan perempuan, tidak berlebih-lebihan, pakaian menutup aurat.
Apa-apa yang mendatangkan ridhonya suami. Siapkan pakaian yang seksi,
wangi ketika di rumah.
Persiapkan fisik kita. Jangan sampai karena kelelahan menjalani rangkaian
acara pernikahan menghalangi kewajiban melayani suami.
Doa yang harus diucapkan ketika berkumpul suami istri. Jika tidak dibaca, anak
akan tumbuh dari 1/2 mani suami dan 1/2 mani syaithon.
5. Jika ada sesuatu yang tidak menyenangkan hati suami, maka jangan lakukan. Lebih
baik mengalah, karena niat menikah adalah ibadah, menyenangkan hati suami
menjadi pahala. Diskusi, sampaikan pendapat dengan cara yang baik, waktu yang pas.
Jangan menggurui, karena ego laki-laki besar dan fitrahnya sebagai imam.
6. Hukum menggunakan alat kontrasepsi makruh, dan haram jika membawa mudharat.
Memotong saluran hingga tidak bisa hamil selamanya diharamkan. Kalau hanya diikat
(bersifat sementara) tidak apa-apa.
7. Adopsi anak:
Tetap bukan mahram kalau sudah baligh. Haram jika berduaan.
Hak menikahkan anak tetap berada pada orang tuanya kandungnya.
Tidak ada hak waris, tapi boleh hibah harta dll dari orang tua yang mengadopsi
sebelum meninggal. Misal orang tua yang mengadopsi tsb niat menghibahkan
rumah.
Anak tidak memiliki kewajiban untuk menafkahi orang tua yang telah
mengadopsi ketika sudah mapan. Berterimakasih boleh.
8. Jangan takut punya anak karena takut tidak bisa mendidik. Belajar semampunya cara
mendidik anak, serahkan kepada yang menguasai ilmu tersebut. Apakah kita merasa
cukup dengan amal kita?
Ketika hafalan quran, niatkan untuk abah/umi yang telah mendidik.
9. Taaruf = proses mengenal calon suami/istri. Caranya adalah dengan bertemu, bukan
dengan chatting.
Lelaki harus datang kerumah menyampaikan niatnya. Apabila lelaki tsb ingin
melihat rambut, silakan ibu/saudara perempuan melihatkannya.
Harus ada mahram dari pihak perempuannya.
Boleh bertanya apapun.
Proses ta'aruf boleh dilakukan lebih dari sekali.
Sholat istikharoh sebelum tidur. Rakaat pertama: al-kafirun, rakaat kedua: alikhlas.
Baca doa istikharoh. Tawakkal, pasrahkan, dan jangan memaksa Allah
SWT.
Ketika bangun tidur merasa mantap/tidak? Jika mantap teruskan ke jenjang
berikutnya, jika masih ragu boleh solat istikharoh lagi. Ada yang dapat petunjuk
lewat mimpi. Mimpi warna hijau putih = bagus, warna hitam merah = tidak
bagus.
Sholat istikharoh laki-laki dahulu yang melakukan.
10. Bulan syawal dan hari jumat = Aisyah
Bulan safar = fatimah putri Rasulullah dan Ali
Selama tidak melanggar syariat tidak apa-apa, diniatkan menyenangkan orang tua jika
orang tua menginginkan tanggal dan hari tertentu.
11. Jodoh atau tidak ditentukan ketika akad. Doa seorang ibu lebih afdol daripada doa 70
wali.
12. Cara mengendalikan cemburu adalah tutup mata, jangan ikut campur, jangan mencari
tahu. Yang penting pasangan ada di samping kita, melayani kita.
13. Kita menikah dengan anaknya, bukan orang tuanya, maka boleh dilanjutkan asalkan
anaknya tersebut solih.
Solusi: Sebelum akad sudah disampaikan jangan tinggal bersama orang tua jika
memang tidak cocok.
14. Adab make up dihadapan suami: tanyakan suami senang melihat istri bagaimana.
15. Untuk mengetahui agama laki-laki tersebut baik atau tidak: Lihatlah sholat sunnahnya,
puasa sunnahnya, cara berhubungan dengan orang tua dan orang sekitarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar