Kisah ini saya sarikan dari ayat-ayat Al-Qur’an dalam sepuluh surat yang menceritakan Nabi Luth dan juga dari kitab Qoshosh Al-Anbiya’ karangan Ibnu Katsir.
Beliau bernama Luth (لوط) bin Haron(هاران)
bin Tarokh (تارَخُ) (pendapat lain menyebut Taroh (تارَح). Tarokh adalah Azar (آزَرُ ) ayah nabi Ibrahim. Haron adalah saudara
Ibrahim. Jadi, nabi Luth adalah keponakan Nabi Ibrahim. Dengan kata lain,
Ibrohim adalah ‘ammu Luth. Putra2 Azar
adalah: Ibrohim, haron (هاران), dan Nahur (ناحور).
Subhanallah, seorang kafir memiliki anak
Nabi dan cucu Nabi.
Luth bermigrasi dari tempat Ibrahim atas
perintah dan izinnya, dan akhirnya tinggal di kota Sadum, sebuah cerukan
ditanah Zughor
Beliau diperintah Allah untuk mendakwahi
penduduk Sadum. Mereka adalah diantara penduduk terbangsat waktu itu. Tidak
mengenal Allah, tidak percaya utusan Allah, gemar menggarong jalanan, berbuat
banyak kemunkaran di tempat-tempat pertemuan, dan yang paling menjijikkan
mereka menyetubuhi lelaki pada anusnya (liwath). Perilaku mereka ini sangat
terkenal, sampai-sampai persetubuhan terhadap anus dinisbatkan kota mereka
Sadum=sodomi.
Nabi Luth mengajak mereka beriman kepada
Allah, menyembah hanya kepadaNya, mempersembahkan seluruh cinta dan kehinaan
diri dengan cara menaati secara mutlak kepada Allah semata. Beliau juga
mengingatkan mereka untuk meninggalkan maksiat-maksiat keji tersebut. Perilaku
sodomi yang paling menjijikkan itu disebut berulang kali, dan mendapat
perhatian paling tinggi.
Tetapi mereka ingkar. Malah mengancam
mengusir Nabi luth dari kampung, karena dianggap sok suci.
Tidak ada yang beriman kepada Nabi Luth
kecuali hanya dua putrinya saja. Istri nabi Luthpun tidak.
Akhirnya, datanglah keputusan Allah
untuk membinasakan kaum Sadum.
Diutuslah tiga malaikat; Jibril, Mikail,
Isrofil untuk bertamu ke rumah Nabi Luth dalam bentuk wajah manusia yang luar
biasa tampan.
Awalnya, jelmaan malaikat ini menemui
salah satu putri Nabi luth di tepi kota yang sedang mengambil air. Mereka
bilang ingin mencari rumah yang bisa ditumpangi mampir.
Segera sang putri lapor kepada Nabi Luth
meminta agar menjamu mereka karena khawatir jika sampai dijamu selain nabi
Luth, nanti akan “disikat” oleh penduduk Sadom yang suka sodomi itu.
Nabi Luth segera menyambut mereka secara
sembunyi-sembunyi, dan ketar-ketir hatinya karena berharap mudah-mudahan bisa
menjaga kehormatan tamu itu sampai mereka melanjutkan perjalanan.
Sayangnya, istri Nabi Luth berkhianat.
Dia malah seolah-olah menjadi mata-mata penduduk Sadum. Dilaporkan kepada
mereka tentang tamu Luth yang memiliki ketampanan luar biasa.
Langsung saja, kaum durjana itu
“mencelat” menuju rumah Nabi Luth. Tentu saja Nabi Luth menghadang niat keji
mereka. Pintu rumah ditutup, sehingga kaum Sadum hanya bisa berdebat lewat luar
pintu.
Pada segmen kejadian ini, kembali nabi
Luth mendakwahi mereka, menawarkan putrinya untuk dinikahi ketimbang sodomi.
Mereka berdebat, dan kaum Sadum masih keras kepala, sampai-sampai Nabi Luth
mengandaikan beliau punya kekuatan untuk membasmi kemunkaran mereka tidak hanya
dengan kata-kata. Saat itu Nabi Luth sudah sangat khawatir kaum Sadum jadi
gelap mata, lalu mendobrak pintu, lalu “menerkam” tamu-tamu tampannya.
Di saat seperti itu, jelmaan para
malaikat itu menghibur Nabi Luth bahwa kaum Sadum tidak akan pernah bisa
menyakiti Nabi Luth dan mereka pun mulai mengaku bahwa mereka adalah malaikat
utusan Allah yang diutus untuk menghancurkan Sadum.
Keluarlah malaikat jibril, lalu dia
menghantamkan sayapnya kepada mereka yang membuat seluruh mata mereka menjadi
buta seketika!
Kaum Sadom marah-marah dan
menyumpah-nyumpah, lalu menuduh Nabi Luth menjamu para tukang sihir. Sambil
pergi mereka mengancam nabi Luth akan “ditangani’ esok pagi.
Sebelum jelmaan malaikat itu bertemu
Nabi Luth, Nabi Ibrahim sempat “mendebat” mereka agar tidak membinasakan kaum
Sadum, karena masih berharap mereka bisa bertaubat. Tapi keputusan Allah sudah
final dan tidak bisa dibatalkan.
Akhirnya datanglah, azab itu diwaktu
subuh. Sebelumnya, Nabi luth dan dua putrinya diperintahkan mengungsi. Istrinya
dikecualikan.
Malaikat mengangkat negeri Sadum
tinggi-tinggi, lalu dihempaskan secara terbalik dan dibenamkan dalam-dalam,
kemudian mereka dihujani dengan batu keras yang sudah bertuliskan nama-nama
yang akan menjadi korbannya.
Berdasarkan penghancuran negeri Sadum
ini, sebagian ulama mengistinbath bahwa hukuman pelaku liwath adalah dibawa
ketempat tinggi, lalu dijatuhkan secara terbalik, kemudian dirajam dengan batu
sampai mati. (link contoh riil video eksekusi pernah saya sebar digrup ini)