Sudah terkenal kisah malaikat yang
menyamar menjadi orang asing yang bertanya kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم untuk
mengajari Islam. Juga lumayan diketahui kisah-kisah Aisyah melihat
malaikat Jibril dalam rupa Dihyah Al-kalbi, shahabat Nabi yang terkenal tampan.
Sekarang adalah giliran kisah Al-Abbas paman nabi, juga Ibnu Abbas yang juga pernah melihat penjelmaan malaikat;
Telah menceritakan kepada kami Hajjaj
telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Haritsah bin Mudhar
dari Ali Radhiallah 'anhu, dia berkata; "Ketika kami sampai di Madinah,
kami mendapatkan buah buahan, namun kami tidak betah tinggal di sana karena
penyakit panas yang menimpa kami. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika itu
sedang mencari-cari berita tentang Badar. Ketika sampai kepada kami berita
tentang kedatangan orang orang musyrik, beliau berjalan menuju Badar. Badar
adalah nama sebuah sumur. Orang-orang musyrik sampai di sana terlebih dahulu.
Kami bertemu dengan dua orang laki-laki dari kalangan mereka, salah satunya
dari Quraisy dan yang lain adalah budak Uqbah bin Abu Mu'aith. Ternyata orang
yang dari Quraisy kabur lebih dahulu sedangkan mantan budak Uqbah kami tangkap
lalu kami menanyakan kepadanya tentang jumlah rombongan mereka. Dia menjawab;
"Demi Allah, jumlah mereka banyak dan kekuatan mereka tangguh."
Orang-orang muslim ketika mendengar orang itu berkata demikian, mereka
memukulnya, kemudian membawanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau
bertanya: "Berapa jumlah mereka?" dia menjawab; "Demi Allah,
jumlah mereka banyak dan kekuatan mereka tangguh." Nabi shallallahu
'alaihi wasallam berusaha memaksanya namun dia tetap tidak mau menjawabnya, dan
terakhir beliau bertanya: "Berapa hewan yang mereka potong?" Dia
menjawab; "Setiap hari sepuluh ekor unta." Maka Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam menyimpulkan; "mereka berjumlah seribu orang,
karena setiap ekor unta untuk seratus orang, dan begitu juga seterusnya."
Pada malam harinya, hujan turun sehingga kami berteduh di bawah pohon dan
tameng untuk menghindari air hujan, sementara Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam memohon kepada Rabbnya 'azza wajalla seraya berdoa: "Ya Allah,
jika Engkau membinasakan kelompok kecil ini, niscaya Engkau tidak akan
disembah." Ali berkata; Ketika terbit fajar, beliau berseru; "shalat
wahai hamba-hamba Allah" maka mereka berdatangan dari bawah pohon dan
tameng. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat mengimami kami, setelah
selesai beliau memberikan semangat untuk berperang, beliau berkata:
"Sesungguhnya pasukan Quraisy ada di bawah padang sahara merah dari gunung
ini." Ketika mereka mendekati kami, kami membuat barisan untuk menghadapi
mereka. Tiba-tiba ada seorang laki-laki dari mereka dengan menunggang unta
merah berjalan di hadapan pasukannya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: "Wahai Ali! panggil Hamzah ke hadapanku, dia adalah orang yang
paling dekat hubungannya dengan orang-orang musyrik, siapa yang sedang
menunggang unta merahnya dan apa yang dikatakannya kepada pasukannya?"
kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Jika dalam
rombongan mereka ada seseorang yang memerintahkan kepada yang baik maka
mudah-mudahan dialah orangnya yang menunggang unta merah tersebut." Hamzah
datang dan berkata; "Dia adalah 'Utbah bin Rabi'ah, dia melarang mereka
berperang dan mengatakan kepada mereka; 'Wahai kaum! Saya melihat suatu kaum
yang mencari mati yang kalian tidak akan sampai kepada mereka sementara di
antara kalian terdapat kebaikan. Wahai kaum, urungkan! biarkanlah mereka hari
ini dengan jaminan kepalaku dan katakanlah; 'Utbah bin Rabi'ah pengecut' walau
kalian tahu bahwa saya bukanlah seorang pengecut.' Ketika Abu Jahal mendengar
hal itu, dia berkata; 'Kamu berkata seperti ini! Demi Allah, jika selain kamu
yang berkata seperti ini pasti akan aku kunyah dia, jantung dan perutmu sudah
di penuhi rasa ketakutan!? ' Utbah berkata; 'Kamu mengejekku wahai orang yang
mengecat kuning pantatnya? hari ini kamu akan tahu siapa di antara kita yang
pengecut'." Ali berkata; Maka Utbah dan Syaibah saudaranya, serta Al Walid
anaknya menantang Perang tanding dengan penuh keberanian dan berkata;
"Siapa yang berani kepada kami?" maka keluarlah enam orang pemuda
dari Anshar, akan tetapi Utbah menolaknya; "Kami tidak menginginkan
mereka, tapi yang dikehendaki adalah dari anak-anak paman kami dari anak-anak
Abdul Muthallib.' Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata;
"Bangun wahai Ali, bangun wahai Hamzah dan bangun wahai Ubaidah bin Al Harits
bin Abdul Muthallib." kemudian Allah Ta'ala membinasakan Utbah dan Syaibah
kedua anak Rabi'ah dan juga Al Walid bin Utbah, sedangkan Ubaidah terluka,
lantas kami dapat membunuh tujuh puluh orang dan menawan tujuh puluh orang dari
mereka. Datanglah seorang laki-laki Anshar yang pendek bersama Al Abbas bin
Abdul Muthallib sebagai tawanan, maka Al Abbas berkata; "Wahai Rasulullah
sesungguhnya dia ini, demi Allah bukan yang menawanku, akan tetapi yang telah
menawanku adalah seorang laki-laki berambut terbelah, wajahnya paling tampan
menunggang di atas kuda berwarna hitam dan putih dan aku tidak melihatnya dia
berada dalam pasukan." Orang Ashar tersebut berkata; "Aku yang
menawannya, Wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Diam kamu, sesungguhnya
Allah Ta'ala telah menolongmu dengan Malaikat yang mulia." Ali Radhiallah
'anhu berkata; Kami mendapatkan tawanan, di antara tawanan kami adalah tawanan
dari Bani Abdul Muthallib yaitu Al Abbas, 'Aqil dan Naufal bin Al Harits."
صحيح البخاري (1/ 175)
وَلْتُفْشُوا
الْعِلْمَ وَلْتَجْلِسُوا حَتَّى يُعَلَّمَ مَنْ لَا يَعْلَمُ فَإِنَّ الْعِلْمَ لَا
يَهْلِكُ حَتَّى يَكُونَ سِرًّا
(Umar bin abdul Aziz berkata):
Sebarkanlah ilmu. Buatlah kajian-kajian
hingga orang yang tidak tahu bisa diajari.
Soalnya, ilmu itu tidak mati kecuali
dirahasiakan (Mu’allaq Bukhari)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar