Di antara hikmah bahwa seseorang pernah SALAH UCAP (bahkan fatal), dan SALAH DALAM BERAMAL (pamer cantik/tampan, beramal shalih tapi riya’, beramal shalih tapi keliru karena tidak ada dasarnya, beramal maksiat karena kalah oleh hawa nafsu, dll) adalah, tidak ada celah lagi baginya untuk ujub (kagum dengan diri sendiri).
Jadi resep untuk tidak ujub adalah, saat
perasaan itu mulai muncul:
*ingat2 maksiatmu
*ingat2 kesalahan ucapan/tulisanmu
terinspirasi dari ucapan Al-Hasan:
ربيع الأبرار (1/ 345، بترقيم الشاملة آليا)
الحسن: لو كان الرجل كلما قال أصاب، وكلما
عمل أحسن أوشك أن يجن من العجب
”Seandainya seseorang setiap kali bicara
mesti benar, dan setiap kali beramal mesti baik, hampir-hampir dia akan menjadi
gila karena ujub (kitab Robi’ Al-Abror)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar