Selasa, 09 Maret 2021

KISAH SINGKAT NABI LUTH

 Kisah ini saya sarikan dari ayat-ayat Al-Qur’an dalam sepuluh surat yang menceritakan Nabi Luth dan juga dari kitab Qoshosh Al-Anbiya’ karangan Ibnu Katsir.

Beliau bernama Luth (لوط) bin Haron(هاران) bin Tarokh (تارَخُ) (pendapat lain menyebut Taroh (تارَح). Tarokh adalah Azar (آزَرُ  ) ayah nabi Ibrahim. Haron adalah saudara Ibrahim. Jadi, nabi Luth adalah keponakan Nabi Ibrahim. Dengan kata lain, Ibrohim adalah ‘ammu Luth.  Putra2 Azar adalah: Ibrohim, haron (هاران), dan Nahur (ناحور).

 

Subhanallah, seorang kafir memiliki anak Nabi dan cucu Nabi.

 

Luth bermigrasi dari tempat Ibrahim atas perintah dan izinnya, dan akhirnya tinggal di kota Sadum, sebuah cerukan ditanah Zughor

 

Beliau diperintah Allah untuk mendakwahi penduduk Sadum. Mereka adalah diantara penduduk terbangsat waktu itu. Tidak mengenal Allah, tidak percaya utusan Allah, gemar menggarong jalanan, berbuat banyak kemunkaran di tempat-tempat pertemuan, dan yang paling menjijikkan mereka menyetubuhi lelaki pada anusnya (liwath). Perilaku mereka ini sangat terkenal, sampai-sampai persetubuhan terhadap anus dinisbatkan kota mereka Sadum=sodomi.

 

Nabi Luth mengajak mereka beriman kepada Allah, menyembah hanya kepadaNya, mempersembahkan seluruh cinta dan kehinaan diri dengan cara menaati secara mutlak kepada Allah semata. Beliau juga mengingatkan mereka untuk meninggalkan maksiat-maksiat keji tersebut. Perilaku sodomi yang paling menjijikkan itu disebut berulang kali, dan mendapat perhatian paling tinggi.

 

Tetapi mereka ingkar. Malah mengancam mengusir Nabi luth dari kampung, karena dianggap sok suci.

Tidak ada yang beriman kepada Nabi Luth kecuali hanya dua putrinya saja. Istri nabi Luthpun tidak.

 

Akhirnya, datanglah keputusan Allah untuk membinasakan kaum Sadum.

Diutuslah tiga malaikat; Jibril, Mikail, Isrofil untuk bertamu ke rumah Nabi Luth dalam bentuk wajah manusia yang luar biasa tampan.

 

Awalnya, jelmaan malaikat ini menemui salah satu putri Nabi luth di tepi kota yang sedang mengambil air. Mereka bilang ingin mencari rumah yang bisa ditumpangi mampir.

 

Segera sang putri lapor kepada Nabi Luth meminta agar menjamu mereka karena khawatir jika sampai dijamu selain nabi Luth, nanti akan “disikat” oleh penduduk Sadom yang suka sodomi itu.

 

Nabi Luth segera menyambut mereka secara sembunyi-sembunyi, dan ketar-ketir hatinya karena berharap mudah-mudahan bisa menjaga kehormatan tamu itu sampai mereka melanjutkan perjalanan.

 

Sayangnya, istri Nabi Luth berkhianat. Dia malah seolah-olah menjadi mata-mata penduduk Sadum. Dilaporkan kepada mereka tentang tamu Luth yang memiliki ketampanan luar biasa.

 

Langsung saja, kaum durjana itu “mencelat” menuju rumah Nabi Luth. Tentu saja Nabi Luth menghadang niat keji mereka. Pintu rumah ditutup, sehingga kaum Sadum hanya bisa berdebat lewat luar pintu.

 

Pada segmen kejadian ini, kembali nabi Luth mendakwahi mereka, menawarkan putrinya untuk dinikahi ketimbang sodomi. Mereka berdebat, dan kaum Sadum masih keras kepala, sampai-sampai Nabi Luth mengandaikan beliau punya kekuatan untuk membasmi kemunkaran mereka tidak hanya dengan kata-kata. Saat itu Nabi Luth sudah sangat khawatir kaum Sadum jadi gelap mata, lalu mendobrak pintu, lalu “menerkam” tamu-tamu tampannya.

 

Di saat seperti itu, jelmaan para malaikat itu menghibur Nabi Luth bahwa kaum Sadum tidak akan pernah bisa menyakiti Nabi Luth dan mereka pun mulai mengaku bahwa mereka adalah malaikat utusan Allah yang diutus untuk menghancurkan Sadum.

Keluarlah malaikat jibril, lalu dia menghantamkan sayapnya kepada mereka yang membuat seluruh mata mereka menjadi buta seketika!

 

Kaum Sadom marah-marah dan menyumpah-nyumpah, lalu menuduh Nabi Luth menjamu para tukang sihir. Sambil pergi mereka mengancam nabi Luth akan “ditangani’ esok pagi.

 

Sebelum jelmaan malaikat itu bertemu Nabi Luth, Nabi Ibrahim sempat “mendebat” mereka agar tidak membinasakan kaum Sadum, karena masih berharap mereka bisa bertaubat. Tapi keputusan Allah sudah final dan tidak bisa dibatalkan.

Akhirnya datanglah, azab itu diwaktu subuh. Sebelumnya, Nabi luth dan dua putrinya diperintahkan mengungsi. Istrinya dikecualikan.

 

Malaikat mengangkat negeri Sadum tinggi-tinggi, lalu dihempaskan secara terbalik dan dibenamkan dalam-dalam, kemudian mereka dihujani dengan batu keras yang sudah bertuliskan nama-nama yang akan menjadi korbannya.

 

Berdasarkan penghancuran negeri Sadum ini, sebagian ulama mengistinbath bahwa hukuman pelaku liwath adalah dibawa ketempat tinggi, lalu dijatuhkan secara terbalik, kemudian dirajam dengan batu sampai mati. (link contoh riil video eksekusi pernah saya sebar digrup ini)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar